Cerita ini
adalah cerita pertama ku, cerita ini ku ambil dari kisah seorang anak terpandang yang merantau di ibu kota.
Perkenalkan sebelumnya Saya Kelvin
Umur 20thn anak tunggal berasal dari keluarga terpandang di kota Palu, saya seorang
mahasiwa disalah 1 Perguruan tinggi Swasta di Jakarta. Boleh dibilang
kehiduapan saya sangat dimanja, sampai saat saya melanjutkan pendidikan di Ibu
Kota pun semua kebutuhan selama disana sudah tersedia dari Rumah Tinggal,
Mobil, sampai Pembantu.
Singkat cerita, sudah 1 minggu Mobil
yang kubawa masuk Rumah Sakit (Bengkel), Maka terpaksa untuk pergi ke kampus
memakai Bus 1 ke Bus yang lain. Tiap hari selalu saja bermain kejar kejaran
dengan waktu ditambah harus bertahan dari segala jenis bau keringat yang tidak
jelas serta para pengamen jalanan yang menjajakan suara yang tidak jelas
nadanya.
Dari sekian banyak pengamen yang ku
temui, ku sangat terkesan dengan salah 1 pengamen yang ku temui. Umurnya
sekitar 10 – 13 tahun tampangnya meski kusam tapi terlihat kepolosan yang
notebad dan suaranya oke lah untuk anak umuran segitu ditambah. Anak itu bila
selesai menjajakan suaranya saya tidak pernah lupa untuk memberinya Tips.
Suatu ketika saat ku
mau keluar dari Pusat perbelanjaan di luar hujan besar dan ku melihat pengamen
tersebut sedang menjual jasa sebagai Tukang Ojek Payung langsung ku panggil dy
untuk mengantar ke mobil yang terletak agak jauh kebelakang dan sangat sepi.
Saat anak tersebut mengatar ku ke mobil sempat ku Tanya Tanya dan ku ketahui
namanya Jimmy berumur 10 tahun dan tidak sekolah.

