Rabu, 12 Agustus 2015

PENGAMEN CILIK Part 1

Cerita ini adalah cerita pertama ku, cerita ini ku ambil dari kisah seorang anak terpandang yang merantau di ibu kota.

            Perkenalkan sebelumnya Saya Kelvin Umur 20thn anak tunggal berasal dari keluarga terpandang di kota Palu, saya seorang mahasiwa disalah 1 Perguruan tinggi Swasta di Jakarta. Boleh dibilang kehiduapan saya sangat dimanja, sampai saat saya melanjutkan pendidikan di Ibu Kota pun semua kebutuhan selama disana sudah tersedia dari Rumah Tinggal, Mobil, sampai Pembantu.

            Singkat cerita, sudah 1 minggu Mobil yang kubawa masuk Rumah Sakit (Bengkel), Maka terpaksa untuk pergi ke kampus memakai Bus 1 ke Bus yang lain. Tiap hari selalu saja bermain kejar kejaran dengan waktu ditambah harus bertahan dari segala jenis bau keringat yang tidak jelas serta para pengamen jalanan yang menjajakan suara yang tidak jelas nadanya.
           
            Dari sekian banyak pengamen yang ku temui, ku sangat terkesan dengan salah 1 pengamen yang ku temui. Umurnya sekitar 10 – 13 tahun tampangnya meski kusam tapi terlihat kepolosan yang notebad dan suaranya oke lah untuk anak umuran segitu ditambah. Anak itu bila selesai menjajakan suaranya saya tidak pernah lupa untuk memberinya Tips.

 Suatu ketika saat ku mau keluar dari Pusat perbelanjaan di luar hujan besar dan ku melihat pengamen tersebut sedang menjual jasa sebagai Tukang Ojek Payung langsung ku panggil dy untuk mengantar ke mobil yang terletak agak jauh kebelakang dan sangat sepi. Saat anak tersebut mengatar ku ke mobil sempat ku Tanya Tanya dan ku ketahui namanya Jimmy berumur 10 tahun dan tidak sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar